Pernahkah kau mengamati sesuatu,lalu berfikir tentang apa-apa yang ada di sekitar kita, yang ada di alam ini? Sungguh, ada banyak pelajaran yang dapat di ambil. Ada begitu banyak hikmah yang akan membuat kita semakin bijak dalam memandang dan menjalani hidup ini. Percaya ga percaya, tapi begitulah adanya… bisa dicoba :) yak, inilah sebuah blog, yang ingin berbagi tentang hidup dan kehidupan... yuks, saatnya bikin hidup Lebih HIDUP! ^^
Selasa, 16 Agustus 2016
I've been here.. Siapa Sangka? :p
Padahal Jakarta, bagiku, adalah kota yang amat sangat kuhindari.. namun takdir justru membawaku ke sini, hingga saat ini...
Mungkin ini adalah jawaban Allah atas celetukanku atau lintasan hatiku saat masih SMA. Kala itu, aku berkata, jika aku diizinkan untuk meminta dilahirkan dimana, aku akan menjawab:
1. Jakarta 2. Jogja 3. Lampung
Loh kok Jakarta? iya, soalnya hidup di Jakarta itu penuh ujian, kompetisi sangat besar, godaan gemerlap dunia (dunia yg sukanya gelap2 dan remang2) juga banyak, hanya orang2 yang berjiwa besar dan kuat yg akan bertahan hidup di sana. Artinya apa? Mereka yang hidup disini dan mampu bertahan dari ujian2 yang saya sebut di atas pasti orang2 yang kuat. (Bertahan maksudnya, bukan bertahan utk setiap hari melakukan ujian2 di atas yaa...)
Lalu beranjak menginjak kuliah, aku berubah pandangan, aku ga mau hidup di Jakarta. Sekalipun aku ga mau hidup di Jakarta. Kota yang terlalu keras, tidak aman, kriminal dimana2, godaan dan ujian sangat besar kalo ga kuat iman. Maka, aku urungkan keinginanku untuk hidup di Jakarta. Entahlah, mungkin saat ini aku lupa pernah berkeinginan hidup di Jakarta.
Sampai akhirnya, Allah menjawab celetukanku... (hati2 dalam berucap atau berdoa ya..)
Aku mendapat kerja di Jakarta, padahal di saat yang sama aku sudah pegang tiket S2 di sebuah universitas swasta cukup ternama di Yogyakarta, bahkaan, sudah mendapat "restu" dari dosen pembimbing tugas akhirku. Saat itu, aku galau luar biasa harus mengambil yang mana. Dan entahlah, haruskah aku menyesal untuk tidak mengambil kesempatan bisa S2 saat itu.
Tapi, aku selalu (berusaha) meyakini, bahwa pilihan yang aku jalani saat ini adalah takdir terbaik darinya. Kalau tidak, mungkin aku tidak akan bertemu denganmu. Iya, kamu. Belahan hatiku. (aw aw aw aw..kkk). *blush*
***
Siapa sangka pula, aku bisa bekerja di sebuah gedung tinggi dengan pemandangan kota terbentang di bawah?
Satu keinginan terlintas yang pernah terbersit di suatu waktu. Ya, aku sempet berkhayal, wah, enak kali ya bisa kerja di gedung tinggi.. bisa lihat langit, bulan, matahari, kota, dan apa-apa yang berada di bawah dan di atas sana.
Itupun, Allah menjawab keinginanku. Ya, aku bekerja di sebuah perusahaan di bilangan Jakarta Selatan. Satu lokasi perkantoran strategis dengan gedung-gedung pencakar langit bertaburan dimana-mana. Termasuk kantor perusahaan dimana aku bekerja. Aku berada di lantai 30-31. Pernah mencicipi di lantai 30, pernah juga di lantai 31. Namun pemandangan yang paling banyak kudapat dan kusuka, adalah saat dimana aku bekerja di lantai 30. Sungguh, itu sangat membuatku segar baik fikiran dan jiwa. Membuatku sesekali merenung, siapa aku, dan apa yang sudah kulakukan. Siapa sangka? :')
Dan saat ini, sebentar lagi, aku mungkin tidak akan menikmati lagi pemandangan-pemandangan dari ketinggian. Ya, sudah cukup. Saatnya aku kembali ke "bumi" dengan realita2 kehidupan yang sudah menanti. Melanjutkan kehidupan dengan status baru dan kebahagiaan baru, insyaaAllah. :)
Lalu, masihkah kamu mempertanyakan kalau Allah tidak mengabulkan doamu? :)
Rabu, 30 Desember 2015
Harta
Diorama Cinta dan Mimpi (1)
"Cinta", jawab yang satunya.
Ia melanjut tanya,"Lantas apa yang kau bawa?"
"Mimpi." Jawabnya. "Aku tak punya apapun selain ini."
Masing2 diam. Berfikir. Yang satu tak bisa dan biasa menggunakan cinta, pula yang satunya pun tak bisa dengan mimpi. Dua hal yang sangat berbeda.
"Kemana tujuanmu?", keduanya bertanya bersamaan dengan pertanyaan yg sama.
"Ah, kesana!" Dan sekali lagi, mereka menjawab bersamaan. Telunjuk mereka mengarah di jalan yg sama.
Keduanya kikuk dan kembali berfikir.
Rabu, 27 Mei 2015
Poppo (2)
Begitulah hidup, sesuatu yang di dalamnya segalanya berpasangan.
Pasangan yang paradoks.
14 Mei 2015
Akhirnya aku membawa poppo ke keluarga besarku. "Cucu" yang sedari lama keluargaku ingin bertemu. Makhluk Allah satu ini sudah dianggap menjadi bagian dari keluargaku. Bahkan, Ibuku sudah mengaggap dirinya eyang bagi poppo. Bahkan, Ibuku kerap menyampaikan salam untuk poppo ketika aku dan ibuku bertelponan. Bahkan, kakak pertamaku yg menyebutkan dirinya "nenek" di depan poppo. Poppo, menjadi bagian dari keluarga kami.
Namun, kepulangannya kali ini, mgkn membawa kebahagiaan di satu pihak. Namun, kesedihan yang mendalam di pihak yang lain.
Ya, itulah aku. Pihak yang teramat dalam kesedihannya.
Siapakah yang berbahagia? Mereka yang sangat mensyukuri kepulangan (kepergian) poppo ke kampung halamanku.
17 Mei 2015
Malam pertama, poppo tak lagi ada di kamar kosan. Belum genap seminggu, belum genap sehari ia tak ada di kosan. Aku sudah teramat sangat merindukannya. Dan aku, kehilangan sangat.
Aku tak sadar, aku sudah menangis. Deras. Keras. Seperti wanita yang kehilangan kekasihnya. Seperti anak yang kehilangan ayah ibunya. Atau... seperti ibu yang kehilangan anak satu-satunya.
1 jam, 2 jam. Tangis ini tak mau berhenti. Sudah lama aku tak menangis seperti ini, sampai sengguk menyergap kerongkongan. Apakah aku gila? Katakan aku gila, jika kamu mau mengatakannya.
Kau tak akan pernah mengerti, rasa sayang pada ia yang selama ini kau tumbuh besarkan dengan jerih keringatmu, sampai kau merasakannya sendiri. Dan malam itu, malam tersepi dan tersedih dalam hidupku.
18 Mei 2015
Pulang dari kantor, sampai di kosan, saat berbelok ke arah kamar, hampir saja aku menyapa "POppoo, aku pulang...". Dan bahkan dari suara kakiku, sebelum aku menyapanya, ia sudah mengenali langkah kaki ku dan ia akan bangun dari tidurnya, lalu ia "meeeoooonnnggg.....". Sambutan poppo saat aku sampai.
Namun sekarang, suara itu sudah tak lagi ada. Tak ada lagi meong sambutan. Yang ada hanya, rak-rak sepatu dengan onggokan sepatu2 usang yang membisu. He's gone.
Ya.. dia sudah tak ada. Dan aku harus terbiasa dengan keadaan ini. Hingga seterusnya, yang aku tak tahu sampai kapan. Mungkinkah takdir akan berbalik?
Love you Po, forever..
You're still the one... the first... the most honest.. love... even than human's love.
You never tell a lie.... but you always know that I got bad day..
You know how to entertain and encourage me, while I was down...
You heal... my pain..
Thanks Po..
My sincerest love for you...
Miss you, always...
Could we meet again...po?
Senin, 06 April 2015
Poppo
Ia termasuk ras persian peaknose-medium.
Aku sengaja memilih jantan. Pikirku, kalau betina nanti susah ngurusnya kalau ngelahirin. Apalagi....ini kali pertamanya aku memiliki hewan piaraan. Aku tidak tau, angin apa yang membuatku memutuskan memelihara hewan, apapagi kucing.. hewan yang bagi perempuan cukup kontroversial. Hhe.
1. Teman
Hhe.. Aku memang jomb yg bahagia. Tipikal ambivert. Tapi ga munafik juga, kadang ngrasa kesepian. Haha.
Karenanya utk mennyingkirkan rasa sepi dan aura2 negatif bawaannya, aku putuskan utk mengadopsi poppo. Toh, berteman dengan hewan jauh lebih baik bukan ketimbang jatuh dalam interaksi yg tidak baik dengan lawan jenis.. wanna be my bff po? :3
Ya. Sedari awal aku memang menyadari, karakter bawaanku keras. Dan aku menyadari memelihara hewan apalagi kucing butuh ketelatenan dan kesabaran. Karenanya, aku ingin mendidik karakter ku yg ironi ini. Ho.
Dan apa2 yg menjadi tanggungan kita suatu saat akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Bahkan, alkisah menyebutkan, ada seorang wanita yg masuk neraka disebab zolim terhadap kucing. T_T
Saat aku mengalami ini, jadi kbayang, mungkin besok kalo punya anak smacam ini ya. Hhe. Bukan berarti mau menyamakan anak dan kucing ya. Tp memang ada sdikit kesamaan. Kesamaannya pada saat anak maupun kucing melakukan kesalahan. Pertama, bisa jadi keduanya memang ga tau kalo yg mereka lakukan adalah kesalahan. Kedua, kalaupun mereka tau mereka salah, bisa jadi mereka melakukannya karena ketidaksengajaan. Karena itu, serta merta menghakimi apalagi melayangkan hukuman fisik sangat2 bukan hal tepat dilakukan.
Kalaupun ingin memberi pelajaran akan mana yg baik atau tidak baik dilakukan, harus dilakukan dan disampaikan dengan cara yg ahsan. Skali lagi dengan cara yg ahsan.(!).
Kalaupun sampai perlu hukuman fisik,lakukanlah dengan hukuman yg masih dapat diterima oleh objek dan disaat emosi dan fikiran sedang netral dan tidak sedang marah. Ini akan sangat berpengaruh pada tujuan dan "niatan" dari penghukuman tsb.
Dan 1 hal, jangan sampai keluar kata2 buruk utk objek yg melakukan kesalahan. Sbgn ucapan itu adalah doa. Dan, manatau saat itu malaikat sedang lewat dan mengaminkan..
Nah.. bsok, kalau sudah punya anak, pertimbangkan hal ini ya.. *hardselfreminderforme.
Saat itu aku cuma mnta maaf kepada temanku tidak bs lgsg menjamunya dg baik dan memintanya menunggu (lagi). Sedang aku memandikan poppo dan membersihkan 1 kandangnya. Semuanya. Alhasil, baru kelar jam 11an. Hahah.. maaf ya tamuku..
Entahlah,yg aku fikirkan saat itu hanya, smoga kelak poppo bs menjadi saksi utk ku nanti di hadapan Allah, sebagai penambah amal kbaikan ku di dunia.. Tapi.. aku sendiri merasa msh menzolimi poppo, dengan meninggalkannya sharian di kandang.. T_T
Maaf ya po... karenany aku selalu menggantinya, dengan menemaninya bermain usai pulang kerja.. smoga ini layak utk mengganti waktu kesendirianmu poo...
Begal
4 April 2015
Aku pulang kerumah, ke kampung halaman, setelah hampir 3 bulan aku tidak pulang. Dan tidak biasanya, aku mengambil keberangkatan bus paling awal utk shift malam, yakni jam 20.00 dari Gambir di hari sebelumnya. Dan, alhamdulillah, perjalanan begitu lancarnya sehingga sampai di persinggahan rumah makan yg terletak kurang lebih 2 jam dari rumahku pada pukul 00.35. Hampir tidak percaya, ku fikir jam hape ku yang salah. Tapi ternyata benar. Kalau begini, akan sampai dirumah sangat lebih cepat dari biasanya.
Dan, 02.35 aku sampai di depan gang rumahku. Ayahku yg luar biasa sudah berdiri siaga menyambut kedatangan Damri sambil mengangkat tangannya, menandakan ia sedang menanti seseorang di Damri tersebut.
Usai turun dan mengucap terimakasih kepada kondektur dan supirnya, aku menyalami ayahku dan segra bergegas ke motor. Suasana jelas masih sangat gelap. Dan sepi. Tak biasanya Ayahku menegaskanku utk mengucap "bismillah" yg kuat sebelum motor dilajukan. "oh, iya.. bismillahirrohamnirrohim.." biasanya sh dalam hati sudah cukup. Motor mulau melaju. Memang sih wajar kan jika seseorang mengingatkan kita utk berdoa sbelum mengawali segala sesuatunya. Tapi, bagiku ini tidak biasa. Sebelum aku bertanya, seolah Ayahku sudah tau fikiranku, ia bercerita,
"Sekarang,disni di galakkan Ronda..", sambil menyapa dan permisi pada bapak2 siskamling di gardu yg kami lewati.
"ohh..ada apa memang? Kok?" tanyaku sejurus.
"Begal lagi marak dsni..." jawab Ayahku.
"oh...", ternyata itu yg terjadi. Kenapa ayahku begitu menekankan doa di awal. Dan kenapa ramai orang yg berjaga di beberapa titik. Dan aku masih bertanya2 soal ronda, dan Ayahku bercerita kapan shiftnya berjaga. Sejujurnya aku masih ingin mendengar cerita2 begal yg telah terjadi dsni, namun timing belum tepat. Jalan yg kami lewati kebetulan sepi dan gelap. Aku hanya berdoa dan berzikir bisa selamat sampai di rumah. Jujur, kejahatan manusia lebih membuat roma bergidik daripada ketakutan bertemu makhluk halus. Manusia lebih mengerikan daripada Setan.
Alhamdulillah, aku sampai dirumah dengan selamat, begitu pagar dibuka, Ibuku yg sangat penyayang ini segera membuka pintu, menyambut bungsu yg insyaaAllah disayangnya. :')
Sambil berisitirahat, duduk, dan berbenah diri, aku skaligus bertanya2 apa2 saja yg telah terjadi. Dari maraknya begal yg ternyata Jalan Pagar Alam ini menjadi jalur yg marak begal, gang masuk rumahku (fyuh), pembunuhan sekonyong2 seorang ibu rumah tangga di kala suaminya pergi bekerja, istilah horornya di gorok dan di rampok yg kejadiannya juga tak begitu jauh dari kelurahan ku, dan berbagai modus lainnya. Ya Robb... apa yg begini ga bikin was-was..coba. Aku jadi mengkhawatirkan ibuku kala dia sendirian di rumah. "Smoga Allah selalu melindungi kita ya Bu..".
Bahkan, aku sampai tak berani ke atas/loteng rumah, selewat dari maghrib. Benar2 kejahatan itu dimulai selepas matahari terbenam. Maka dari itu Rasululloh berpesan utk menutup rapat rumah kita lewat dari maghrib dan memperbanyak zikir dan doa di waktu-waktu tersebut.
Then, Even in your own home, you dont still feel insecure. Where are you gonna go?
"Katakanlah : “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh”. Dari kejahatan makhlukNya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dengki." Qs. Al Falaq 1-5
Maka, perbanyak zikir dan doa, karena Doa adalah senjata orang Mukmin, dan jangan pernah lupa,bahwa Allah yg Maha Kuasa atas segala sesuatu.
"bismillahilladzi laa yadhurruu ma'asmihi syai'un fil ardhi.. walaa fissama'i wa huwa assami'ul 'alim.."
Dengan Nama Allah yang tidak dapat mendatangkan kerusakan (bahaya) beserta nama-NYA apa yang ada dipermukaan bumi dan tidak pula apa yang ada dipermukaan langit, Sesungguhnya IA Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Waspadalah!
Minggu, 05 April 2015
81: Arrival
Going to Japan. It was just really like a dream. I've never thought before that I could go to this amazing country. it was really sudden decision when my friend offered me the ticket promo from Air Asia one year ago. without thinking deep, I just said "okay, I'm in!". Ha.. ha.. fyuh.
10th March, 2015.
Leaving early from the office, I prepared myself to go to the airport. My flight was at 8.30 pm from Soekarno Hatta Airport in Cengkareng. I just brought 1 backpack and 1 travelbag. And i just wore my Lombok T-shirt, jeans skirt, and slipper. :p
Ofcourse I prepared my jacket and shoes in my backpack.
Then.. the journey was started. There's nothing special from Cengkareng to KualaLumpur as our transit. The real flight I've never felt before was the flight from KL to Osaka, Japan. It took around 8 hours. Could you imagine that you had to sit with perfectly perpendicular chair for 8 hours? Hha.. enough to understand that we only used promo and low fare flight which was economic class. ^^
From KL to Osaka, we changed flight by using Malaysia Airlines. The plane was really big. There were 3 rows of chairs. Unfortunately, I sat in the center row, you knew that I wish I could sit in the window seat. So I could see whole Japan from the top. But it was just a wish at that time.
Umm..2 interesting things in this flight were:
1. There were 2 officers of the plane. 1 man and 1 woman. The man was very very tall rather than all man flight officer that I ever seen. (hhe.. cupu right? but it was unique thing for me at that time). And other, this woman was really really beautiful. (Hey dont get it wrong, I'm a normal girl!) My friend also said that she was beautiful. Tall, looked serious and focus to her duty made her looked different from other women flight officers and also from all women officers I've ever seen. She could speak Japanese beside English. And she could know who was the japanese from all passengers. She automatically used Japanese to the passengers that she thought they were Japanese. And she was right.
Hhaa.. i just felt that I could smell Japan stronger than before.
2. I almost arrived. The sun started to rise. And the colour was really really beautiful.❤😍
Unfortunately I just could see from far without taking the picture. This was my special thing I got in this flight.
Andd..... here we aareee... Japaaan!!!!
Huhu.. it was such incredible experience for me.. :')))))
I could step my foot here for the first time. The country that I just could dream to go to from teenage.. and now, I'm here!
OSAKA. 11th March, 2015.
The place where Heiji Hatori in Detective Conan Serial comes from. hha..
As We arrived, we directly used train to go to the main building. We met a young couple which is from Indonesia as well.. umm.. i didn't know whether they already married or not. Okay, that's not my bussiness. And we went to the main bulding. and you know, we were one train with the flight officers. ^^
Okay.. theen..we arrived in the main building. After passed the procedure for foreign passengers, we directly looked for :
1.JR locket
2.simcard seller
3.7-11 or Lawson.
But, since not all Japan people could speak english, we were a bit difficult to communicate. Then, we decided to ask everything in the information desk. Before arrived in information desk, a stranger man came to us and asked us to show our passport.
M: "hello I can speak english. And I'm official police from ..blablabla (I couldn't remember what he said)." while showing his badge. He continued,"Could you show me your passport?"
There's no doubt that all of us felt so strange. We looked each others.
And then, I said: "what for?" ofcourse with sengak and doubtful ace. :p
M: "for security check. i'm a police, please show me."
And all my friend just showed it. But I still didn't take out my passport. I still felt strange. Why he so suddenly came to us. And why he just came to us rather than other passengers. And why he didn't have certain point to check. It was really really weird.
When he saw my friend's passport, I observed what he saw. And last, my passport was checked. Normally, security checked the form for tourist rite? But he only saw our first page of passport which was our personal identity. Then, he let us go. But he still stared at us where we went. He still stared at us when we were in information desk. It was really bothered me since I was a parnoan- person. Then I asked my other friend to dissappeare from his wathing. See? Strange,rite? Nande? I still didn't get the answer.
And thanksGod, the man didn't follow us. And we directly finished what we had to do since our schedule was very crowded.
After finished all, we went out from the airport but.....brrrr... it was so cooold! Like using air cooler in the room but it was more than that. The outdoor temperature was colder than indoor. Directly we take out our winter jacket, scarf, mask, and gloves from our bag. Brr..
Ya, as you know that at that time, the season was still winter, transition to the spring. But I didn't predict that the weather would as cold as this.
Okay.. here we go!
Continue to the next chapter: Osaka to Nagoya.
*sorry for my bad english. ^^
Minggu, 18 Januari 2015
Berteman Ia
Ia,
Sendiri
Tanpa teman dalam jenisnya.
Ia,
Satu makhluk yang cukup rumit, diantara sesamanya.
Ia,
Sulit mengerti, apalagi dimengerti.
Tak banyak jenisnya mampu memahaminya.
Banyak yang menyerah, lalu memilih meninggalkannya.
Ia,
Bersisa trauma di hatinya,
manakala ada yg menawarkan tangannya untuk Ia, "benarkah kau sanggup bertahan denganku?"
Lantas yang lain lari..dan pergi menjauh darinya.
Ia,
Sendiri
Berteman sepi,
Bercengkrama dengan hujan,
Bercakap dengan angin,
Bercanda dengan bulan,
Bermain dengan senja,
Mengadu...kepada Langit.
Ia,
Bukan lah mutiara yang berharga.
Ia,
Hanyalah seonggok daging, yang telah koyak.
Ia,
Rapuh.
Masihkah kau mau mendekatinya?
Kamis, 15 Januari 2015
Penggugur
Hanya membagi cerita.. one of silly drama in my life ..
Di suatu pagi yg dingin... dan hujan... sediniharian sampai pagi.
Aku masih bergemul dengan selimutku.
Dengan perut yg tiba2 sakit dan melilit.
Ditambah rasa badan yang ga enak. Ditanya ga enaknya gimana, aku juga sulit menjelaskan.
Pagi yg diawali dengan p*p yg tidak normal..
Dan dua kali muntahan, air... wajar. Karena ak belum memasukkan apa2 ke dalam mulutku pagi itu, bahkan minum..krn terbersit mau shaum hari itu.
Badan serasa tidak mau beranjak. Padahal jarum jam sudah menunjuk pukul 6.30. Akhirnya mau tidak mau aku bangun.. bukan untuk bersiap ke kantor, tapi mencoba membenahi rasa ga enak di badan tadi, pukul 6.45. You know what i meant lah ya. He.
Akhirnya jam 7.00 baru bersiap. Itupun memberesi kandang piaraan dlu baru benar2 bersiap. Dan baru benar2 berangkat kantor jam 7.40. Wah... tak pernah aku sesantai ini dan tak sepeduli ini. Aku putuskan untuk pergi ke jalan besar naik ojek (biasanya jalan kaki cukup), lalu aku beli bubur di perismpangan jalan itu sebagai sarapan. Feelingku sudah ga enak, kayaknya ga sanggup shaum hari itu.
Bubur ayam langgananku lagi ramai2nya. Kalau aku yg biasanya, kalau sudah nemu rame bgitu, biasanya aku akan mencari tempat makan yg lain, karena lama. Tapi alternatif lain hanya pecel di jembatan. Namun nampaknya perutku saat itu tidak bersahabat dg bumbu kacangnya. Dan kuputuskan utk ttp bertahan di bubur ayam. Menunggu. Melihat waktu. 7.46. Baiklah, aku pasti telat. Ku kontak rekanku utk menyampaikan kepada bosku kalau aku akan telat. Selesai. Bubur terbeli.
Masih dengan langkah gontai menjajak tangga2 jembatan yg hari ini terasa begitu jauh. Menaiki kopaja. Dan...mazet.. haha.. jam sudah menunjuk pukul 08.00. Sudahlah.. haha. Aku sudah pasti akan telat. Di kopaja bahkan aku tertidur. Bukan ngantuk. Tapi lemas.
Sampai d kantor 08.20. Haha. Rekor ter-telat saya. Sebelum tap presensi, aku ke toilet dahulu. Hoek. Hehe. Ga enak sih. Suaranya keras. Ah peduli siapa. Biarlah. Masuk ruangan kantor, berusaha bersikap biasa saja. Dan melanjutkan pekerjaan setelah sebelumnya melapor kepada bos kalo ak sudah datang.
"Ah, are you okay?" Tanyanya yg lagi riweh.
"Not really" jawabku jujur. Hha. Orang lampung jangan ditanya basa basi.
"Oh, hati2"... mksdnya take care gitu. Mgkn kosakata indonesia nya mmg belom banyak.
Aku kembaki ke mejaku. Memulai pekerjaan dengan sarapan bubur sembunyi2 d mejaku di saat bos sedang duduk dikursi. Wajar.. orang negeri ginseng sana taat peraturan tidak suka bau2 makanan d ruangan kerja. Masih dengan lemas, bolak balik ke tempat kubikel sebrang membahas kerjaan. Bolak balik toilet utk p*p dan atau hoek. Bolak balik lantai 30 utk urusan bisnis jajanan kantor yg baru saja ak geluti pekan ini. Hehe. Lumayan. Hasilnya d tabung buat naikin haji emak. Aamiin. Lanzut.
Pukul 10.25. Lemas. Setiap merasa gelisah dan tidak enak aku selalu ke toilet. Tapi sesampai d toilet tak ada 'hasil' apapun.
Hanya bisa terduduk lemas di lantai toilet kering itu, bahkan tertidur.
Akhirnya kuputuskan saat itu utk pulang saja.. karena sudah tidak kuat. Sekembalinya ke ruangan, aku laporan kepada bos, dan dia mengizinkanku pulang namun sebelumnya dia memintaku utk hand over kerjaan.
Di tengah hand over kerjaan kpada salah seorang temanku, nafasku tiba2 tersengal, pendek, keringat dingin mulai menyerang. Feelingku ga enak. Kayaknya mau hoek nih. Mau beranjak ke kamar mandi, rasanya timing ga cukup dan bakal hoek d tengah jalan. Akhirnya aku mengatakan pada rekan sampingku, "Aku boleh muntah disini ga?" Sambil tersengal. "Gapapa rin, muntah aja..".
Merasa mendapat penguatan dukungan dan persetujuan, akhirnya ku samber plastik d sampingku dan... pertunjukkan memalukan dimulai.
"Hooek.. hooek.. hoeek..!" Oh tuhaan, aku sudah ga tahan... aku merasa suaraku begitu keras. dan seketika semua orang berdatangan. Aku sudah menjadi tontonan orang selantai. >.<
Malu! maluu rasanya.. sampai2 2 bosku pun menghampiri.
Dan usai "pertunjukan", seorang HR berdiri di hadapanku: " mau ke rumah sakit?"
"Iya.." jawabku.
Ya syukurnya sih, i didn't make any messy thing. Muntahan tidak ada yg tumpah. Segera ku ikat. Dan di dobel plastik. Temanku yg membuangnya. Huhu. Rasanya malu berlipat22. Berulangkali aku meminta maaf kepada park-gwajangnim.. atas kondisi yang baru saja terjadi. Dia hanya tersenyum. Entahlah. Mungkin dia speechless. Aku meyakinkanya aku ga membuat berantakan apapun. Hanya air berisi gelas yang tertumpah di atas drawing saat aku mengabilmya usai muntah. Huhuhu... Rekan lain menatapku dengan penasaran entah iba entah lainnya.
Bosku yang satu lagi mendatangiku menyuruhku segera berkemas dan tak usah mempedulikan mejaku yg masih berantakan,
"Go to the hospital, sonya will accompany you.."
Huft.
Sebelum pergi, sekali lagi aku membungkukan badan dan meminta maaf. Dan mereka berdua mengantarku sampai lift. Dan kembali aku bungkukkan badanku sebelum lift menutup.
"Suaraku sampe ke HR ya mba..?", tanyaku lesu plus malu.
"Nggak... ga denger..", jawabnya
"Kok mba bs tau?", tanyaku skali lagi.
"Tadi..babe mu datengin aku.. mukanya panik bgd tau...", jawabnya santai.
"Hah? Iya mba?" Rasaku ga percaya.
"Iya.. kamu liat ga mukanya tadi?beuh..", jawabnya kembali.
Duh.. aku smakin ga enak. "Hmm...dia..orangnya lebay kayaknya mba. Haha..", sangkalku.
"Haha.. iya ya. Kita ke rumah sakit pakai mobil kantor.. kamu bawa kartu asuransimu kan..?" Tanyanya.
"Iya bawa mba.." jawabku.
Kami sampai di lobby dan menunggu mobil yg dimaksud.
"Umm.. kayaknya ini bukan mobil kantor biasanya dh.. kayaknya ini mobil babe-mu..", duganya, "ha.. mr.cho manggilin supir pribadinya..."
"Oh?", sedikit ga percaya. Duh. Huhu.. makin ga enak.
Mobil datang... dan kami segera meluncur kerumah sakit. Usai dr rumah sakit, aku diantar pulang ke kosan. Aku mengucapkan trimakasih kepada HR ku dan supir bosku yg sudah mengantarku.
Aku beristirahat. Tidur. Mendadak makin lemas. Ha..ha.. sendirian. Ga ada yang menjadi pengalih rasa sakit. Jalan2 pun lemas. Hanya duduk berbaring duduk berbaring lagi. Bosan. Sakit di perut makin kerasa. Akhirnya aku berjalan keluar kamar.. berjalan di koridor beranda kosan. Menikmati sore dan langit senja yang.. damai. Kuputuskan untuk menelpon abangku. Lebih tepatnya meminta abangku utk gantian menelponku. Hha. Yah..ini upayaku utk menghibur diri..skaligus mengabarinya kalau aku sakit dengan cara yg membuatnya jangan sampai terlalu khawatir. Bercerita..mengobrol..dan tertawa. Bisa mengurangi rasa sakitmu. :')
Haha.. abangku hanya memberikan waktu 10 menit utk ditelpon,ah bukan, menelpon. Karena bonus TMnya hanya sampai jam 6 sore. Haha. Tak apalah.. 10 menit waktu yg cukup utk mbuatku mrasa lebih baik.
Pembicaraan selesai. Kesepian itu melanda lagi. Ah.. kalo sudah sakit, kerasa kesendirian dan kesepiannya. Kerasa kalau kamu butuh orang lain.
Hmmh..aku kembali ke kamar. Dan berhasil menelpon mbakku yg sjak tadi sibuk. Ah, lebih tepatnya memintanya utk menelponku. Haha. Maap pulsa saya habis. Haha.
Yasudahlah... kalo aku menelpon mbakku dan memberi kabar aku sakit, artinya, aku skaligus membiarkan orangtuaku tau kalau aku sakit. Umm.. tadinya ga pengen ngasih tau sh. Soalnya aku yakin, ibuku akan sangat22x khawatir. Dan aku akan diomeli ayahku. Hhaa. Tenang, omelan sayang. Azek.
Dan tak lupa aku menelpon mbakku yg d Bogor. Dengan tujuan. Berharap dia mau datang ke jakarta utk merawatku. Dan.. sesuai dugaan. Hhe. Maaf ya mbakku.. aku ga tau menghubungi siapa lagi.
Persis 2 tahun yg lalu, d bulan yang sama, di hari2 pertama aku menginjakkan kaki di jakarta, aku mendapat penyakit yg sama. Typus. Saat itu saat aku tak tau menghubungi siapa, meskipun aku tau ada bbrpa teman di jakarta, aku menghubungi salah satu assabuqunal khowariyyun saya d jakarta, Fika, -smoga Allah menaungi saudari saya yg solihah ini dg rahmat-, utk stay the night with me. Dan ia mengiyakan saat itu. Terharu. Saaangat terharu. Karena dia mau datang jauh2 dari Bekasi utk menemaniku d kosan. Aku..yg tergolek lemah saat itu. Dan ga akan aku lupakan budi baiknya.
Cut. Flash back yg mengharukan selesai. *ambil tisu. *elap air mata.
Nah, skrg ak ga akan mgkn menghubungi nya lagi utk meminta menemaniku. Scara dia sudah ada yg punya. Aku terlalu takut melewati malam itu, sendirian, seperti malam 2 tahun yang lalu. Dan.. alhamdulillah mbakku bersedia aku repoti. Dan dia mengusulkan utk aku saja yg ke bogor. Tak apalah.. alhamdulillah. Meski agak khawatir aku hoek d kereta kan ga lucu. Tapi jijay. Hahha. Bismillah. Aku ke bogor, setelah sebelumnya rekan kantorku nenawarkan bantuan utk dititipi ppo, piaranku, teman kesendirianku, hehe. Alhamdulillah.. alhamdulillah... syukurku berulang2.
Malamnya, beberapa rekan kantorku, di lantai yg berbeda, menyampaikan doa nya kepadaku via japri. Heran sh.. kok bs tau yah.. yasudahlah.. aamiin.. alhamdulillah di doain.
Esoknya, beberapa temanku yg lain, di lantai yg berbeda juga menanyakan kondisiku. Duh. Pada tau ya? Pasti sudah pada tau ceritanya.. Huhu.. memalukan.
*******************
Hah.... bgitulah potongan momen memalukan saya belakangan. Setiap inget kejadian ini, cuma bisa: mejemin mata, ngernyitin dahi, sambil bilang "duh..malu....".
Aku gatau senin bsok mau taruh dimana mukaku....trutama di hadapan bosku. Duh Sir....jwelsonghamnidaa, Cho-derimnim...Park-gwajamgnim...
*******************
Teringat beberapa hari yang lalu, aku memohon pada Allah dalam hati, selepas bangun tidurku... "yaAllah.. dosa2ku amat banyak yaAllah... berikanlah aku sakit, sebagai kesempatan dariMu utk menggugurkan dosa2ku... " Y_Y
Ya.. mungkin ini jawabanNya utkku. Dengan sakit yang begitu tiba2. Terimakasih yaAllah. Saatnya aku menahan lisanku dari keluh kesah. Karena Allah telah memberi sakit ini.
Bapak setiap telponnya pun senantiasa berpesan kepadaku, "isi sendirimu dengan zikir..dan istighfar.. agar Allah mengampuni dosa2mu..." :')
Faghfirli.. ya Robb...
Dan cerita ini akan kututup dengan..
"Robbi auzi'ni an asykuro ni'matakallatiy.. an'amta 'alayya... wa'alaa walidayya.. wa an a'mala shoolihan.. tardhohu.. wa adkhilniy birohmatika fii ibadikasshoolihin... "
Aamiin ya Robb...
Senin, 05 Januari 2015
Career Woman, Incredible Wife.
Tenang, saya tidak sedang mempromosikan diri saya. Saya (memang) wanita karir saat ini, tapi saya masih sangat jauh dari ideal. :)
Ya, ada hal yang membuat saya akhirnya tergugah untuk menuliskannya. I guess, I found something different, special, and sophisticated (halah) from a-career-woman. Let's check it out!
Kita samakan dlu persepsi kita soal definisi wanita karir. Okay, kita pakai pengertian umum saja, meskipun ada yang akan mengatakan Ibu Rumah Tangga pun wanita karir pula. Aku tidak akan menafikan ataupun menyetujuinya, tp bukan definisi itu yang akan kita pakai dalam pembahasan kali ini. Wanita karir yg dimaksudkan adalah wanita yang bekerja diluar rumah pada jam kerja normal dari jam 8.00 - 17.00 (normal working hour) *Terutama di Jakarta sih*, atau intinya bekerja pada jam kerja yang teratur. (tidak melulu sampai jam 17.00, atau dari jam 8.00).
Okay, kita selesai dengan definisi.
Nah, lantas apa keistimewaannya?
Menjadi wanita karir adalah suatu pilihan yang memiliki tantangannya sendiri. Di satu sisi, ia harus menyadari bahwa dirinya adalah wanita, yg kelak akan menjadi ibu, yg memiliki anak-anak, yang bertanggungjawab untuk menumbuhkembangkan anak, yg berperan dalam mendidik anak, memberikan cinta dan kasih sayang kepada mereka dan..yang akan memiliki suami untuk ia taati, layani, cintai, dan.. tumbuh kembangkan :D.
Di sisi yang lain, ia menjadi wanita yang (butuh) mengaktualisasi potensi dan kemampuan dirinya.
Case1.
Pertama, dia harus bangun pagi2 buta, mgkn sebelum segala sesuatunya bangun (kecuali Allah, yaiyalah!), solat, jangan lupa tilawah, subuhan, membangunkan anak, menyiapkan sarapan sekaligus bekal utk makan siang suami dan anak, beberes rumah, mempersiapkan dirinya sendiri utk bekerja, segera bergegas ke kantor.
Sampai d kantor, seharian bekerja, tak lupa menjaga kontak dengan keluarga trutama di jam isitirahat. Memastikan anak pulang sekolah baik2 saja. Pulang dari kantor, menyiapkan makan malam, beberes rumah, tak lupa bercengkrama dengan anak dan suami, mendampingi anak mengerjakan PRnya, bersama2 menambah hafalan quran masing2 dan saling memurojaah-jika keluarga punya program ini. Mendampingi anak tidur. Bebersih dirinya sendiri. Melunasi target harian dirinya sendiri. Dan mungkin baru bs istirahat. Dan esokbya kamu harus bangun pagi2 lagi dam melakukam rutinitas yg sama.
Case2.
Akan jauh lebih sulit lagi kalo kamu punya anak masih Balita. Apalagi msh bayi. Eung... jujur saja... sy ga bs membayangkannya.. ^^;
It's really hard thing. Saya ga bs membayangkan kalo harus meninggalkan bayi saya manakala dia masih harus menyusui. ASI apalagi. In case, sy tidak tinggal dengan mertua atau orgtua. Bener2 ga kbayang. Nampaknya kamu tetep butuh seseorang utk kamu titip bayimu dengan telah mempersiapkan persediaan ASI d kulkas. Fyuh. Ga kbayang kan? Kalo sy jadi ibunya yg kerja d kantor, sy bakal ga konsen utk kerja dan bakal selalu kefikiran dengan bayi saya. Hhaa. *kbanyakan mikir*.
Atau pilihan kedua yg msh memungkinkan adalah..kamu cuti kerja. :)
Makanya ibu yg bs take over these things is such incredible woman ever deh...
Case3.
Dengan kondisi yg hampir sama kayak case 1, tp si anak belom masuk usia sekolah. Nanti tambahan aktivitasnya adalah mengantarkan anak ke day care yg terpercaya, dan menjemputnya kembali di sore atau malam hari.
Dengan kondisi seperti ini, kamu tetap harus meluangkan waktumu utk medampingi tumbuh kembang anak, menanamkan nilai2 yg baik kepadanya. Karena, anakmu bukan anaknya kan? :)
Anakmu..tanggungjawabmu kepada Allah... :')
Dan contoh yg saya paparkan di atas ini kondisi ideal lho ya. Kenyataannya? :)
Bisa d bayangkan sendiri,-jika anda wanita karir juga-.
Jadi kalo kamu merasa ga sanggup dengan ini smua, jangan jadi wanita karir. Fokuslah dengan tugas utamamu sbg seorang ibu dan istri. Dengan menjadi ibu dan istri yg baik saka sudah menjadi 'karir' dan prestasi tersendiri bagimu. Soal aktualisasi diri, cari lah bentuk aktualisasi lain yang tidak mengganggu tugas utamamu sbg ibu dan istri.
Satu hal yg pasti: tetaplah berkarya.. dengan cara yg sesuai dg dirimu, wahai ibu dan calon ibu. :)
*tulisan ini utamanya utk sy sendiri yg masih belum sanggup melakukan hal2 di atas. *jlebbb
Senin, 29 Desember 2014
Misaeng
Mi saeng: incomplete live (in review and opinion)
Film ini bercerita ttg seorang Jang Geu Rae (diperankan oleh Yim Siwan), lelaki yg hanya lulusan GED (General Educational Development) yang dengan koneksi dapat mampu masuk menjadi salah satu internship di sebuah perusahaan trading papan atas di korea bernama One International. Dengan latar belakang ini ia dipandang sebelah mata oleh internship lainnya dan menjadi bahan perbincangan di kalangan karyawan lainnya. Perlakuan2 menyedihkan yg diterima Jang Geu Rae membuat episode2 pertama serial ini justru penuh dengan air mata.. (terutama bagi org yg peka dan sensitif seperti saya, huhu). Yang membuat sedih itu bukan sekedar perlakuan yg diterima Geu Rae dalam perannya, tetapi kejadian seperti menyentil mereka (penonton) yg turut merasakan hal yg sama dengan apa yg di alami Geu Rae. (ho..ho..)
Setelah ia berhasil lolos internship dan menjadi bagian dari One international, lika liku dimulai. Segala konflik dan permasalahan di pertengahan episode membuat serial ini menjadi seru dan menegangkan, meskipun ada kesan membosankan..tersebab background film ini adalah trading shg membuat film ini agak sedikit "mikir".
Konflik bgn trakhir dlm film ini mulai muncul di episode 15 saat Geu Rae dinyatakan hanya sbg contract employee slama 2 tahun, di bandingkan 3 intership lainnya yakni: Seok Yul, Baek Gi, dan Young Yi. Disebabkan Geu Rae yg tdk memiliki persyaratan akademis yg disyaratkan oleh perusahaan. Dan klimaks konflik ini ada di episode 18-19 (bagian yg sangat menyedihkan.. sama menyedihkannya dengan bagian pertama).:'(
Ada banyak hal tak terduga yang terkuak dalam film ini. Seolah menjadi benang merah konflik2 yang di alami di bgn pertengahan. Made me become so excited. >.<
*******
Pesan2 Film
Generally, film ini mengangkat ttg work environment di perusahaan korea seperti apa dan mengungkapkan problematika, fakta2, dan konflik yang memang kerap terjadi di perusahaan negeri ginseng ini. Saya, yang bekerja di perusahaan korea, menjadi senyum2 sendiri saat menonton film ini.."oh gosh, ternyata emang bgini ya.. hhi", kadang juga turut nangis2 sendiri juga karena merasakan apa yg dialami salah satu tokoh. Haha..
Nah, beberapa fact yang di kuak di film ini diantaranya:
1. "This is not School neither army"
Hahah...kata2 ini adalah kata2 yg kerap muncul dalam film ini. Dsini mksdnya adalah:
"Ini tuh perusahaan. Bukan sekolah yg elu mendapat pelajaran, pengajaran, di ajarin, one by one, atau army yg elu cuma 'Yes,Sir' doang utk sekedar menyenangkan hati bos. Bukan. Disini, adalah perusahaan yang elu dituntut sudah 'menguasai' kompetensi yang memang di butuhkan. Dan mereka minta Output, bukan kata2."
Haha.. demikian. Pernah mendapat kata2 ini dari uplevel mu? ;)
2. Watch your appearance!
Disini,mereka memperhatikan kerapihan penampilan dari setiap karyawan. Di tandai, di film ini ahn young yi membantu memasangkan dasi Jang Geu Rae dan menegur penampilan Geu Rae yg masih berantakan.
3. Eung.. apa ya...Pelajari Basic!
Bagi karyawan baru, terkadang mereka berharap mendapat role lebih dlm tanggung jawab. Nyatanya, mereka hanya sekedar melakukan hal2 teknis, seperti mengkopi file, membelikan makan siang, menyiapkan perangkat meeting, membuatkan coffee, yang kesannya seolah seperti pekerjaan office boy.
Hal ini dialami oleh Baek Gi dan uplevel-nya, Kang.
Disini, mr.Kang hampir tak pernah memberikan peran lebih kepada Baek Gi, selain hal2 teknis. Baek Gi merasa "kenapa gw cuma dikasih hal remeh temeh begini, gw lulusan ini itu.. udh blajar basic dr SD..dst" sampai akhirnya ia 'protes' kepada uplevelnya, Kang.
Perlu disadari Guys, bahwa Basic di perusahaan kerap berbeda dengan basic yang memang udh kita pelajari di bangku edukasi. Tetap ada basic competent yang perlu kita pelajari di perusahaan tempat kita bekerja. So, kita memang dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi yg baik dan kemampuan fast learning.
4. "Let's go Smoking!"
Ini bisa di artikan harfiah -benar2 ajakan merokok- atau sekedar istirahat -get some fresh air.
Biasanya kalo mereka sedang stuck dengan kerjaan mereka, atau ingin bicara person to person baik ke downlevel atau sesama level, mereka akan mengutarakan kalimat ini ke karyawan yg lain. Hal ini bakal sering kalian temui di film ini. Hhe.
5. "Wanna drink with me?"
Kalo kamu ingin membuat seseorang mengungkapkan permasalahannya or his true feeling, ajak dia minum.
Hal ini juga kerap kamu temui di film ini. Salah satunya saat Baek Gi melihat Young Yi sedang bermasalah dengan ayahnya Young Yi.
6. We don't believe in Woman
Perempuan memang sering dipandang sebelah mata. Mereka, kaum laki2, melihat perempuan itu hanya akan menghambat pekerjaaan, karena mereka banyak excuse. Entah, karena hamil kah, menyusui kah, anak lah.. dan hal ini membuat perempuan itu diremehkan. Wanita itu pake perasaan bukan logika. Kadang membuat daya tangkap perempuan lbh lambat drpd laki2. (T_T)
Hanya perempuan2 tangguh yg dpt membuktikan kompetennya dan akan di-AKUI oleh kolega lelaki yg lain, seperti Ahn Young Yi dan Ms.Sun. Kamu tau, dia benar2 suffering di masa2 awal, karena dia satu2nya perempuan dan di acuhkan oleh rekan dan uplevel satu teamnya. Dia ttp bertahan sampai akhirnya dia bs membuktikan kompetensinya dan di akui oleh kolega laki2 yg lain.
7. "If you dont wanna get problem in the future, Dont get married!"
Kata2 ini adalah wejangan dr Ms.Sun kepada Ahn Young Yi. Yang memang dalam perusahaan, wanita kerap dipandang sebelah mata karena ke-excuse-annya. entah hamil, anak, dll.
Satu hal yg saya sorot adalah perempuan di korea memang lazimnya menjadi ibu rumah tangga, yang fokus untuk mengurus rumah tangga, anak,dan benar2 menjadi manajer keuangan keluarga! Hehe...
Dan sudah terbiasa suaminya pulang larut krn doing overtime.
8. apa lagi ya... hmmm.... ah! "Pura-pura Sibuk!"
Jadi ada smacam kultur "Act as if you're busy." Jangan sampai kamu kelihatan ga ada kerjaan, main game, atau mengerjakan hal lainnya selain kerjaan. Hha. Dan ini, pernah di sampaikan bosku juga lho.. hhoho.
Hm...oke.. kayaknya sgitu dlu soal fact2 nya.. udah mentok nich. :D
********
CHARA
Hampir smua tokoh/karakter yg diperankan saya suka. Karena masing2 unik dan pnya kekhasannya sendiri.
1. Jang Geu Rae (Im siwan)
Aaaaaaahhh.. artis korea dengan senyum manis kedua yg saya temui setelah Changmin.. hahahah...
Yak.. di film ini sosok Jang Geu Rae adalah sosok yang baik, pretty boy :p , gigih, polos, tapi cerdas.. kritis dalam kelembutan, sopan, seperti tak pernah mengenal putus asa dalam kamusnya, sayang sama ibunya, mama-boy, mau berkorban, tidak pernah ada siyasah dalam pemikirannya.. tulus. Hmm.. sbuah pemikiran dr sudut pandang seseorang yg ada di bawah.. saya suka.. hahha.
2. Ahn Young Yi (Kang Sora)
Uuw.. sosok berbadan aduhai kang sora yang d tunjukkan d episode awal ini. Dia jadi tokoh utama wanita hampir satu2nya d film ini. Meskipun demikian, alhamdulillah dia bukan sosok yang menya menye, genit kecentilan dan sok kecantikan (meski memang cantik).
Dia sosok perempuan kuat, tangguh, cantik, pintar, cerdas, cuek, dingin tapi care.
Dia punya masalah pribadi dengan keluarganya, tapi dia meng-keep itu utk tidak d tunjukkannya. Eung..apalagi ya..
Dia punya sosok seseorang yang dikaguminya (dahulu), dan yg telah mengajarkan dia banyak hal.. ialah bosnya di perusahaan sebelumnya.
3.Jang Baek Gi
Sosok "tampan", necis, looks smart, cukup cool, ambisius, kompetitif. I dont have any captivation thing from him.. hhehe..
4. Yeol Suk
Hihi.. pas awal kemunculan dia, kesan yg muncul adalah aneh, hha, cowo berpotongan rambut bob, belah tengah. Dia rodo pervert. Haha.. masa bokong mbak2 d pegang coba. Kurang di hajar apa coba. Tp kyknya itu cuma bumbu film aja. As a friend, dia orang yang sangat2 care sama ke-3 temannya dan juga lingkungan. Dia orang yg kritis, punya prinsip, asik, promotor buat kumpul2, jujur, pencair suasana, gokil lah. Hhe.
5. Mr.Oh
Gwajangnim satu ini....keren! Dia satu2nya orang yg hampir ga pernah melanggar prinsip nya sendiri dlm bekerja. Jika itu tak sesuai, dia ga segan2 mengatakan kepada atasan dan menolaknya. Bomat, kalo dia harus dipecat. Kasarannya gtu..
Dia ini.. dr luar selalu galak ke Jang Geu Rae, tp d balik itu, dia orang yang mati2an membela dan memperjuangkan Jang Geu Rae. Dia hampir selalu dapat menutupi masalah yang menggelayutinya.. tipikal orang dewasa.. hhe. Yaiyalah!
Paling suka ngeliat mr.Oh lagi di telpon sama anak2nya.. lucuuuu banggeeeddd! *lebay*
Yah.. smacam interaksi seorang bapak kepada anaknya.
6. Mr.Kim
Genduuut. Lucu. Baik. Udah.
7.Mr. Kang
Kyaa kyaa.. hahaha.. *lebay* sosok laki2 cool tampan (mnrt saya), cowo banged lah. Hha. Perfeksionis, dingin. Masih single. Hha.
Bukan orang yg gampangan tertarik sama perempuan. Bahkan, ketika dia tertarik dengan salah satu sosok perempuan,pun, ekspresinya tetep cool, santai, tapi mata tajam menatap. Uuuw. :p
Dan ternyata, sosok perempuan yg berhasil mengalihkan dunia nya ternyata ga mainstream.. bukan tipikal yg disukai cowo kbanyakan. Hehhe.. mr.kang, joss lah!
8. Istri nya Mr.Oh
Dia memang bukan pemeran utama.. tapi.. ada hal yg menarik perhatian saya dr dia. Bahwa, sang Istri ialah ia yg tetap "ada" saat suaminya (mr.oh) pulang.. meski seringnya pulang dalam keadaan mabuk. Istrinya bukan berarti ga marah. Dia selalu marah seketika mr.oh pulang dlm keadaan mabuk. Tp yg saya angkat adalah "keber-ada-an" dia..saat suami plg. Itu satu. Yg kedua, semarah2nya beliau kepada mr.oh, ialah yg jadi tempat mr.oh mnta pendapat di kala ada persoalan yg sulit yg sedang mr.oh hadapi. Dan ia, mnurut saya, ttp objektif dan relalistis memberikan opininya kepada mr.oh.
9. Siapa lagi ya.....
Udah ah segitu aja.. chara2 yg berkesan buat sy..:p
********
Finally..
Tonton deh misaeng. Alurnya di awal dan tengah agak lambat dan mgkn agak membosankan. Tapi sangat bagus utk diambil pembelajaran.
Yang jelas setelah menonton film ini, saya mjadi lbh bersyukur.. karena keadaan di perusahaan korea murni (which is consist korean at all) jauh lbh 'ganas' drpd dsini yg jatuhnya perusahaan multi nasional, yg sudah beradaptasi dg kultur kerja indonesia. Hhe.
Slamat menikmati.
*sori ga pake gambar.. syusyah aplodnya. Kalo ada kesempatan dan keluangan, tak tambah gambar dh. Hhe.
Rabu, 24 Desember 2014
Selamat Liburan
aku? aku masih di kantor, kala menulis ini. bukan sedang dalam pekerjaan. jendela kerjaan ku sudah ku tutup sejak tadi. orang-orang sudah pada beranjak dari kantor. ada yang bergegas pulang kampung, bergegas menuju ke kota lain untuk menikmati liburan yang panjang, ada yang sudah merindu dengan keluarga yang menanti di rumah, ada yang ingin segera beristirahat, dan alasan apapun, yang membuat mereka bergegas beranjak dari kantor ini. menyambut dengan riang, liburan panjang yang amat amat dinanti, bagi mereka yang sudah jemu dengan rutinitas.
hari ini, sore ini, Jakarta di guyur hujan, menambah sendu jiwa-jiwa yang merindu, menambah gamang mereka yang merasa sepi. jalanan basah usai hujan sesorean tadi. di temani dentum-dentum kembang api, yang menghiasi sepersekian tinggi bumi ke langit.
mereka yang beranjak..sedang aku masih disini. menikmati gemerlap lampu-lampu kota dan jalanan. kemana liburanmu?
ah... teringat satu tahun lalu, tepat di jam ini , aku berada di kereta banyuwangi, menuju kota yang jauhh dari kampung halaman. bersama mereka. :)
tahun ini, liburan akhir tahunku... mungkin akan aku nikmati bersama keluargaku. dengan mereka yang sudah semakin senja. mereka yang sudah semakin berusia, dengan kehidupan mereka masing. dengan kemelut dan problematika mereka yang sudah berkeluarga. sedang aku, hanya mempelajari apa yang bisa aku pelajari, dari kehidupan mereka. berusaha mencatat baik2 apa yang patut di ambil, dan mencatat baik2 apa yang tidak layak untuk di ambil, agar terhindar darinya.
tahun, akan berganti lagi... kemana kamu akan melangkah?
hidup ini memang tidak mengenal kata "pause", ia akan terus berjalan, mengalir, menuntut mereka untuk bersiaga, berfikir cepat, akurat, untuk mengambil kesempatan demi kesempatan yang ada di sekitar mereka. sadar atau tidak sadar. mereka yang lengah, lambat, tak awas, akan melewatkan kesempatan yang bahkan tak ada jarak antara kesempatan itu dengan mereka.
ah.. teman.. mari segera bergegas,, untuk menentukan langkah kita selanjutnya.. 1 tahun kedepan..
agar tak sesat, langkah yang akan terus berjalan..
Selamat Liburan.. :')
Jumat, 10 Oktober 2014
Bapak
Bapakku sudah tua...
Suaranya mulai terdengar parau saat belakangan aku menelponnya. aku tau ia sedang batuk, dan mungkin suara paraunya berasal dari batuk yang sedang menghinggap di dirinya. Namun hal itu, semakin membuatku menyadari, dirinya sudah menua.
Bapakku sudah tua...
Kerap aku telepon kembali, menanyakan suatu hal yg ia janjikan akan memberitahu. saat kutanyakan kembali, "Bapak ingat ga, kita membicarakan ini d malam idul adha?", padahal selang aku menelponnya kembali skitar 3 hari berikutnya, dan ia menjawab, "nggak.. bapak sama sekali ngga ingat.." :')
Aku hanya tersenyum dan tertawa kecil, -Tuhan, ia sudah menua.. :')
Bapakku sudah tua...
Sudah hampir 1 bulan bapakku sakit. Batuk, yang belum sembuh-sembuh. Bapakku tidak merokok. Dahulu, ia memang sempat jadi perokok berat, kata ibuku. Tapi itu duluu sekali. Bahkan sebelum aku lahir ke dunia. Namun setelah ia merasakan sakit di dadanya, ia bertekad untuk berlepas diri dari rokok. Dan masih sebelum aku lahir, bapak sudah tidak merokok lagi, sampai hari ini. Aku tak tau, apa sebab batuknya hari ini. Ya...mungkin batuk memang bukan penyakit "seserius" kedengarannya dg penyakit2 tua lainnya. Namun bagaimanapun, aku tetap merasa khawatir, dengan penyakitnya.
Bapakku sudah tua...
Kerap, aku teringat 1 hal yang membuatku cukup sangat merasa bersalah. Saat aku tau, ia mengorbankan S3 nya demi menyekolahkan ku di sebuah kampus ternama di tengah pulau Jawa sana. Dahulu, beliau memintaku untuk memilih kuliah d kampung halamanku. Namun,saat itu aku berkata, "Aku nggak bisa bilang iya, sampai nanti pengumuman kampus di Jawa yg aku daftar, keluar." Dengan yakin dan tegasnya aku melanjutkan, "Jika Allah memang menakdirkan aku disana, Allah pasti akan meluluskanku, jika tidak, maka Allah tidak akan meluluskanku." Entah salah entah benar jika aku berkeyakinan seperti ini. Ah,kadang aku merasa sangat bersalah telah mengucap demikian. Betapa ambisiusnya aku mengejar mimpiku, saat itu. Lantas, hubungan kami menjadi agak kaku. Hingga pada hari pengumuman tiba, aku mendapat sms konfirmasi bahwa aku lolos masuk ke universitas tersebut. Senang? Tak usah ditanya. Sejujurnya aku malah bingung harus bagaimana. Aku simpan pengumuman itu baik2. Hingga, suatu ketika, kakakku menanyakan, "Lolos ngga?". Duh. Ia menanyakannya persis ada bapakku d sampingnya. Aku hanya menganggukkan kepala. Datar. Tanpa ekspresi. Tak seperti seharusnya ekspresi ketika seseorang mendapatkan apa yang ia inginkan. Aku tau, aku berusaha memahami, alasan orangtuaku tidak mengizinkanku atau lebih memintaku utk tetap kuliah d kampung halaman. Pertama, aku adalah anak bungsu dan perempuan. Kedua, belum pernah ada satupun dr anggota keluarga kami yang pergi merantau utk sekolah, jauh dari orang tua. Ketiga, sekolah yang aku tuju terletak d tengah2 pulau Jawa yang secara jarak tempuh butuh 22-24 jam naik bus. Cukup jauh bukan? Keempat, persoalan finansial. Ya..dan aku hanya terdiam. Berusaha menjauhi bapak saat itu, tepatnya menghindari bincang dengannya. Aku tak tau harus senang atau sedih. Aku tak tau apakah ini karunia atau bencana. Sampai akhirnya, kami berada d ruangan yang sama. Lalu tiba2 ia angkat bicara pertama,"Ambillah...sekolahlah disana. InsyaaAllah bapak akan cari biaya."
Tuhan.. T_T. Aku tak tau harus berkata apa. Ya..Biaya yang ia pakai menyekolahkanku adalah biaya yg ia kumpulkan yang awalnya untuk melanjutkan pendidikan S3 nya. Dia...mengalah, dan memilih mengorbankannya,untukku. (Mei, 2007)
Bapakku sudah tua...
Itulah sepetik kisah ttg ambisiku di masa lalu. Sekarang, Aku ingin membagiakan mereka. Aku yang sangat berambisi ini harus meredakan ambisiku. Mengalah, seperti apa yang bapakku lakukan untukku, dahulu. Mengalah, agar mereka ridho terhadapku. Sebagai sebuah ganti, kengeyelanku dimasa yang lalu. Aku akan menuruti apa yang mereka inginkan terhadapku. Itulah sulitnya, bagi seseorang yang memiliki mimpi dan ambisi yang tinggi.
Bapakku sudah tua...
Dahulu bapak pernah menyampaikan suatu pesan kepadaku,"Jadilah guru.. jadilah dosen. Itulah sebaik-baik pekerjaan, terutama utk perempuan." Ia melanjutkan,"Jadi guru itu, pahalanya banyak. Kamu menyampaikan ilmu. Dan itulah sebaik baik amal jariyah. Amal yg pahalanya akan terus mengalir. Sekalipun kamu sudah tiada. Apalagi, kalo bsok kamu sudah berumah tangga. Kalo dosen , jadwalnya bs lebih fleksibel. Kamu masih bisa mengurus keluarga dan anak2mu kelak." Pesan ini tertanam kuat dalam benakku. Dan kujadikan ia sbg salah satu capaian hidup yg ingin (akan) kuraih.
Bapakku mulai menua...
Ya, Perubahan dalam hidup adalah sebuah kniscayaan. Semua bergantung pada kehendakNya, takdirnya, apa2 yang telah tertuliskan dalam Lauh MahfudzNya. Sampai pada musibah kecelakaan yang menimpa bapakku, hingga rusuknya patah 6. Dan saat itu aku msh di rantauan, mempersiapkan berbagai hal utk mencari2 sekolah lanjutan usai S1. Aku segera kembali ke kampung halaman meskipun keluargaku sbagian menyuruhku tetap di rantauan sana. Tapi aku tak mau. Aku tetap kembali ke kampung halaman untuk merawat bapakku. Sejak saat itu, aku bertekad, aku tidak ingin membuat ayahku terlalu lelah bekerja untuk menghidupi keluargaku. Aku, akan bekerja.
Bapakku sudah tua...
Tak dinyana, Allah memberikanku kelapangan rezeki pekerjaan seketika itu. Yang membuatku merantau di kota yang baru. Manakala jaman ini, betapa sulitnya orang mendapat pekerjaan. Bukankah ini suatu kenikmatan? (Yang harus aku syukuri). Bukankah ini memang jalan yg Ia tuntunkan kepadaku?(utk dengan ridhonya aku jalani). Sekarang, jika boleh kusebut, Aku adalah wanita karir. Setelah sebelumnya,aku meminta izin kepada Bapakku,"Haruskah aku menerima pekerjaan itu?" "Ya..", jawabnya.
Bapakku sudah tua...
Hampir 2 tahun aku menjalani peranku sbg wanita karir. Sampai akhirnya,mimpi itu muncul kembali. Mimpi untuk menjadi dosen. Namun sekali lagi, perubahan dlm hidup adlh sbh keniscayaan. Aku diskusikan hal ini kembali dg bapakku. Dan ia berkata,"kerja dulu saja ya..". Kamu tau, saat2 inilah semua peluang2 melanjutkan kuliah sedang terbuka lebar. Terutama kesempatan belajar di luar negeri. Sekali lagi, aku harus menahan ambisiku. Dan mungkin, melupakan mimpiku. Jika pada biasanya perempuan (seorang istri) mengorbankan mimpinya demi taat kepada suaminya, maka aku, mengorbankan mimpi2ku demi kepatuhanku kpada ia yg telah memberikan dan mengorbankan banyak hal kepadaku, ialah bapakku.
Mengalah, seperti yg telah dilakukan bapakku kepadaku kala itu. Dan kini, Giliranku yang mengalah untuknya.
Ah...:'|
Beginilah rasanya mengorbankan itu..
Bapakku sudah tua...
Suatu ketika bapak berkata: "Kamu itu anak yg paling bapak banggakan.. jujur aja.."
Sungguh, Tak ada perasaan syukur lain, selain mendengar hal ini dr orangtuamu. Aku tau, bagaimanapun capaian diriku, ada orang yg selalu membanggakanmu. Aku tau, aku memang hanya seorang pegawai swasta..prestasiku pun saaangat biasa. Bahkan tak berprestasi apa2. Tapi, selalu ada bapak yang mengapresiasi dan membanggakanmu di belakangmu. :'D
However you are...
Bapakku sudah tua...
Aku tak peduli bagaimana takdirku nanti. Aku berusaha terus menyukuri dan menjalani apa yang ada padaku saat ini. Mengutip kata2 seorang teman suatu kala, "Mengikuti aliran takdirNya itu lebih menentramkan."
Ketika memang aku ditakdirkan tetap menjadi wanita karir kantoran, aku akan tetap menjalaninya.. :')
Ketika mungkin Allah ternyata membuat skenario yg lain untukku, aku akan menjalaniNya. Spanjang hal itu nantinya yg akan mendatangkan ridhoNya dan ridho orang tua kepadaku. :')
Berharap menjadi bagian yg disebut Allah dalam lantunan ayatNya:
-rodhiyallahu 'anhum wa rodhuu 'anhu-
Bapakku sudah tua...
Waktu juga semakin menua.. kesempatan boleh jadi kian sedikit. Kesempatan untukku berbakti padanya, atau kesempatan msg2 kami utk berada di dunia ini. Di waktu yang tersisa ini.. aku ingin mengganti waktu2 ku yg pernah tersia dari berbakti kepadanya. Smoga Allah mengizinkan...
-allahummaghfirli..waliwalidayya warhamhumaa kamaa robbayani soghiro..-
Selasa, 16 September 2014
Ruang (Ny)Sampah
Tiap orang butuh tempat sampah. Menurutmu?
Sementara ini saya memegang jawaban IYA. Karena setiap orang butuh mengeluarkan energi2 negatifnya. Perkaranya: dimana ia membuangnya dan dengan cara apa ia membuangnya.
Ada yang bilang kalo yang butuh tempat sampah hanya kaum hawa, sedang kaum adam hanya butuh goa. Sama saja kok. Ekspresi dan sarana nya saja yang berbeda. Kalaulah laki2 atau wanita mengaku tak punya tempat sampah, dengan kata lain hanya memendamnya begitu, saya sarankan utk segera 'memiliki' tempat sampah. Terutama sih sampah2 bermuatan negatif, tak baik disimpan di dalam tubuh. Kalau kelamaan, bisa membusuk di dalam diri dan bisa berakibat penyakit pada fisik. Umm.. saya ga bisa membuktikan nya scara ilmiah dsini sih. Mungkin bisa tanya langsung ke pakarnya. Yg cukup saya yakini itu slogan: Mensana in corporisano. Di dalam jiwa yg sehat terdapat tubuh yg sehat. -hhaha.. saya anggap kalimat ini reversible. Ya..ada benarnya juga...
Nah, tempat dan cara membuang energi negatif tiap orang berbeda2. Sekarang sudah jamannya media sosial. Yang maya ataupun nyata. Kalau dulu mungkin masih berlaku media sosial nyata. Alias curcol one on one directly. Kalau sekarang, banyaknya media sosial maya alias dumay-dunia maya. Ada yg mengungkapkannya dengan status di media sosial macam fesbuk, twitter, line, path, umm..apalagi ya..
Ada yang via grup yg lebih kecil, sperti wasap, telegram, bbm. Biasanya mereka yang membuang "sampah" mereka disini sudah punya ikatan tertentu dan kepercayaan tertentu pada grup ini. Terutama grup "ganks" gitu gan, yg anggotanya mungkin kisaran 4-10 orang. Mungkin grup yg sudah punya ideologi yg sama atau latar belakang yang sama. Karena kepercayaan tadi, rata2 member dari Grup "ganks" ini sudah saling mengetahui masalah2 satu sama lain atau bahkan sudah bisa menilai karakter tersembunyi dr seseorang. "Setiap singa itu menyembunyikan sisi kucingnya kok".
Diluar dia boleh jadi seperti singa, tp tiap mereka juga ada sisi lemahnya. Dan biasanya grup ini mengetahui dan memakluminya.
Ada juga golongan lain yang terbiasa membuang "sampah"nya dengan menulis/blogging. Biasanya sih para pelaku ini menggunakan wordpress, blogspot, atau tumblr. Ya..kalo jaman dulu nulisnya di buku "dear diary", kalo sekarang banyakan diary nya online lah ya.
Yang lain? Mungin ada yang tak mengungkapkannya dengan kata. Ada yang membuang energi negatifnya dengan kegiatan/aktivitas fisik. Contoh nih ya: main timezone pilih wahana bermain tinju-an.. atau yg agak elit terutama di kota2 metropolitan, ada yg namanya klub petarung, klub tinju mungkin. Dan lain2. Dan lain2.
Satu hal.. yang saya masih belum bisa mendefinisikan dengan jelas, apakah membuang sama dengan melampiaskan.. maksudnya melampiaskan misalnya: main game sampe seharian semalaman, atau "jajan" di tempat sembarangan, minum miras sampai mabuk. Kalo yang ini ga baik ya Gans. Sebesar apapun masalahmu, sebesar(kecil) apapun imanmu, jangan sampai melampiaskannya dengan hal2 yang sudah jelas dilarang agama dan negara ya..inget akhirat gan.
Dan.. ada baiknya kalau kamu punya sampah, utarakan saja sama yg Maha Menguasai Jiwa.. jika sampahmu itu berupa masalah, kegalauan, kegelisahan, amarah,kesedihan, atau apapun.. mudah2an Ia menurunkan ketenangan skaligus solusiNya untukmu.
Kamis, 04 September 2014
Nenek
Seperti biasa, (aku berusaha merutinkan) setiap bulannya aku pulang ke kota halaman. (dibilang kampung juga bukan, dibilang kota modern juga bukan, hhe. Tapi memang asal kotaku berasal dari luar Pulau Jawa). Namun, kepulanganku kali ini berbeda. Kakak laki-lakiku akan menikah, mengakhiri masa lajangnya. Bliau adalah kakak laki-lakitepat di atasku. Yah, bisa dikatakan beliau adalah kakak laki-laki ku yang terdekat. Makanya aku mengusahakan untuk menghadiri pernikahannya. He.
Sebuah rutinitas biasa pula, aku berangkat dari kota rantauan, Jumat malam dengan menggunakan bus Damri, dan tiba di kotaku pada Sabtu subuh atau pagi hari. Namun ada yang berbeda pada kepulangankukali ini. Biasanya, ayahku sudah stanby di depan gang rumahku untuk menjemputku yang turun dari bus damri dengan motor gigi-nya yang mulai lusuh. Namun, kali ini, aku dijemput oleh kakakku yang esoknya akan menikah dengan motor gede-nya yang tak biasa pula ia gunakan. Lho, kenapa? Ada yang ingin tahu? Kalo tidak ingin tahu, aku juga akan memberitahu, hhe. Pada hari itu, ayahku ada kondangan di kota lain yang jaraknya cukup jauh, sehingga ia harus berangkat subuh hari bersama rombongan kantornya. Jadinya kakakku yang menjemput.
Ah… segaarr sekali rasanya menghirup udara di kampung eh, kota halaman yg masih segar. Apalagi pagi hari. Meskipun tidak sesegar udara pedesaan yang msh sangat menyegarkan. Jauh berbeda dengan ibukota. Terpaan angin pagi itu membawaku kepada memori masa lalu melewati jalan itu. Ah, sudah, sudah. Aku sedang tidak ingin bermelankolis di saat yang ini, karena aku sudah kebelet mau ke toilet sejak di bus tadi. Heheh. Ya, akhirnya motor kakakku sampai di rumah. Alhamdulillah,, akhirnya sampai rumah juga. “assalamu’alaykuuuum~~~” sapaku ke para ahlul bait.
Karena aku sudah kebelet sedari tadi, aku segera ke kamar, berganti baju seadanya, dengan tetap memakai jilbab (karena saat itu dirumahku sudah ada kakak iparku yg dari hari sebelumnya sudah datang dari Bogor), lantas segera ngibrit ke kamar mandi.. hueehehehe…
Yak, rumahku kali itu tidak begitu riuh seperti jika yang perempuan yang menikah, krna kebudayaan disni, tempat hajatan nikahan itu di tempat mempelai wanita. Keadaan rumahku kian waktu kian lusuh, karena penghuninya sudah mulai berkurang. Kakak2 tangguhku sudah memisah ke rumah sendiri alias berkeluarga. Karenanya, ada sebuah keinginan untuk membersihkan dan membereskan rumahdan seisinya. Meski akusadar, akutidak mungkin melakukannya sendiri. Hhe. Ups, kembali ke topik. Pagi itu, ibuku sudah membelikanku nasi uduk dan lontong sayur sebagai sarapan di pagi itu. Usai sarapan, beberes pagi, dan seperti rutininitas biasa, seolah tak aka nada sebuah hajatan yang akan diselenggarakan. Bedanya, hanya lebih ramai dari biasanya karena beberapa saudaraku pada datang. Aku ngapain? Ohya, satu hal yang ingin kuceritakan. Begitu aku sampai di rumah, aku sempat mengobrol dengan kakakku yang esok akan menikah. Yah, smacam curcol.. he. Satu yang kemudian membekas dari pembicaraan pagi itu adalah ia mengatakan:
“Ketika ijab qobul, yang berat itubukan ucapan “saya terima nikahnya, dst” bukan, tapi yang berat adalah pengucapan syahadatnya. Itu yang sungguh2 berat…”
Mendengarnya, aku terdiam. Sejenak. “Benar… itu yang berat… namanya juga, mitsaqon gholizho..” jawabku.. tersenyum, berfikir.
Yah, kami sama2 terdiam. Dan akhirnya melanjutkan obrolan seputar pernikahan dan rumah tangga, lantas berlanjut lagi ke pembicaraan yang lain. Heu..
Pagi itu, usai beberes rumah,aku ke kamar, bermaksud membayar hutang perjalanan semalam, yakni Tidur. Heheh…
Sungguh, banyak hal yang berbeda pada kepulanganku kali ini.
Kali ini pula aku berencana untuk tidak membeli oleh-oleh, karena kufikir tidak akan sempat kesana. Namun ternyata kakakku hendak membeli ke toko langganan tempat kami membeli oleh-oleh. Oh? Emang gapapa ya? Terselip rasa kasihan dan ga enak karena,masak pengantin yang besok mau nikah, masih keluar2 rumah sih.. tapi aku hanya berdoa, semoga tidak terjadi apa-apa. Aku bermaksud ikut ke kesana (tokonya) pula, untuk membantu kakakku.
Dan saat itu pulalah, aku mengenang kembali jalan-jalan yang pernah aku lalui, dan kenangan apa yang ada di tempat itu. Sepulang dari membeli oleh-oleh, aku beres-beres di dapur. Di rumah saat itu hanya ada aku dan kakakku. Ayah mengantar kakak perempuanku yang sedang hamil ke bidan. Ibuku pergi mencari jilbab dengan warna yang sama sebagai seragam untuk esok harinya. Kakak iparku..aku tak tau ia kemana.
Di tengah beres2, tiba2 ada suara teriak2 dari arah ruang tamu. (kalau Bahasa Jawa istilahnya, Bengok-bengok). Aku heran. Kakakku juga heran. Suara yang tidak begitu kami kenali.
Kakakku akhirnya mengecek keluar ternyata…. Ternyata…ternyata…. Nenek dari kampung. Bahhkan, kakakku hamper-hampir ga mengenali. Ya Allah… ketemu nenek yang sudah lamaa sekali tak bersua. Buru-buru aku menghampiri dan menyalimi nenekku. Dan Alhamdulillah nenekku masih mengenaliku dengan baik. Yapp.. aku menekankan pada diriku sendiri, bahwa Ia seorang nenek. Aku segera membuatkan minum, dan menyiapkan kamar untuknya, duh, heboh. Aku heboh sendiri. Karena, di rumah hanya ada aku dan kakakku, berdua saja. Mana rumahku itu, asal kamu tau, dan udah aku jelaskan di atas, adalah saaangat berantakan. Hhehe…
Wah, wah,wah, gak ketemu nenek belasan tahun itu rasanya sesuatu, terakhir bertemu beliau itu kalau tidak salah SD kelas 6. Kenapa? Karena aku sudah tidak tau lagi bagaimana kabar beliau saat ini. Apakah beliau punya penyakit tertentu, atau tidak, dan seterusnya, dan seterusnya.
Nenekku secara sekilas Nampak sehat wal afiat, meski usianya smakin senja. Pendengarannya sudah sangat2 berkurang. Jika ingin berbicara dengannya, kamu harus cukup 'berteriak' di dekat telinganya. Kata2nya pun semakin tidak jelas. Ditambah, ia sering berbicara dengan bahasa jawa. he..he.. (tambah pula aku semakin tak mengerti^^;). Tapi, sekali lagi, ia nenekku. Aku hanya membayangkan, bsok, bapak ibuku pun akan menua seperti beliau, dan akupun suatu saat akan menua (jika Allah izinkan aku mengecap usia senja). Aku...menempatkan diriku sebagai cucu yg yah, kekanakan. he, biar pembicaraan kami bisa masuk.
Selama aku dan beliau disni, jika tidak ada urusan rumah tangga yg kukerjakan, aku menemani nenekku mengobrol. kami mengobrol apa saja. Dari mengenang masa kecil, menceritakan sejarah bapakku tempo dulu, dst, dst. Ada hal yg sebenarnya ingin aku tanyakan, namun belum sempat tertanyakan. Mengenai silsilah dan tentunya sejarah kepindahan keluarga kami dari Jawa ke Sumatera. Sungguh, aku penasaran dengan ini. Ya mungkin kalau jodoh lagi, kalau ketemu lagi, bisa ditanyakan kepada beliau.
Ada banyak hal2 yang menginspirasi dari beliau.
Salah satunya dan yang menjadi refleksi bagiku ialah: Lisannya tak pernah berhenti berzikir. Tak pernah sekalipun zikirnya terhenti, kecuali pada saat ia berbicara (ngobrol), Sholat, di kamar mandi, dan tidur. (yaiyalahya)
Sampai-sampai, aku sempat terheran dengan suara2 'aneh' yang datang dari kamar,ternyata suara 'komat-kamit' zikirnya. Mungkin karena bicara yang sudah kurang begitu jelas sehingga memang tidak terlalu jelas apa yang ia ucapkan. Namun, itu semua kembali membuatku tertegun, kagum, sekaligus malu.
Dalam setiap obrolan dengannya, tak lupa ia selalu mengingatkan untuk tak lepas dari solat, mengaji, zikir, dan doa. Rasanya tak ada ucap yang sia-sia.
Begitulah.... sedikit cerita dari nenekku. :)
Nenek yang sudah lama tak bersua,yang saat bertemu kembali semacam menjadi pengingatku akan berbagai hal. Tentang usia, tentang kedekatan kepada Allah, tentang mengurus mereka yang tua dan akan tua, tentang jasa, tentang cerita. Semuanya...
Smoga manfaat..
Sabtu, 26 Juli 2014
Tak Cukup Sehari
Hanya ingin berbagi...
Mengenai berbagai hikmah dan hal yg luar biasa berkesan bagi saya usai i'tikaf (yg hanya) semalam di Masjid At-tin (milik alm.ibu Tien Soeharto, semoga Allah melimpahkan rahmat kpadanya).
19 Juli 2014-21 Ramadhan 1435 H
Aku beranjak dari kosan pergi ke masjid atTin sekitar jam 14.30 sehingga tiba disana saya belum sholat ashar. Karenanya, saya bergegas 'mencari' ruang sholat. Ini kali pertamanya sy mendatangi dan memasuki masjid yg cukup besar ini (kurasa, no2 stlh masjid Istiqlal). Bingung? Iya.
Ada bberapa tangga dan pintu menuju ruang sholat. Dari 2 tangga saya naiki dan menemui gerbangnya, ternyata 2 gerbang tersebut di kunci pula (karena bukan pintu dan gerbang utama, dan biasanya hanya dbuka waktu magrib isya dan subuh).
Biar ga semakin lama saya terlihat cupu, Saya bertanya kpd orang (yg nampaknya) panitia i'tikaf atau pengurus masjid, dan akhirnya sy tawaf mengelilingi masjid utk mencari tangga utama menuju ruang sholat. Maaf, kdg suka cupu di tempat baru. 😅. Dan akhirnya ketemu juga tangga utama menuju ruang sholat. Keadaan dsna cukup ramai. Banyak orang berlesehan. Baik d selasar, lorong, maupun d dalam ruang sholatnya.
Ngapain? Macam2.. ada yg tidur, duduk2, berbincang dgn rekan d sbelahnya, tilawah, dan sholat. Namun sbgn besar yg saya temui adlh mreka yg sedang tilawah. Tas2 besar bergeletak rapi, di sisi2 mereka yg sudah berada dsna.
Sy sholat ashar, lalu tilawah... Sungguh, saya teresonansi oleh semangat tilawah yg begitu kuat disana, karena setiap sudut matamu menyapu, maka tak akan lepas pandanganmu dari orang2 yg tilawah dan ibadah.. :')
sembari menunggu teman i'tikaf sy yg belum kunjung datang, qodarullah, sy 'dipertemukan' oleh seorang ibu2, tepatnya (maaf) janda beranak 1. Kami berbincang. Dan ia menceritakan kehidupannya, dan perjuangan kehidupannya. Sampai akhirnya ia bertanya kpadaku:
I: "adek umurnya berapa?"
R:"25 bu..."
I:"Msh kuliah apa udh kerja?"
R:"Kerja bu.."
I:"Saya umur 24 sudah jadi bos..."
R:.......
Lantas saya terdiam, tertegun, dan berfikir... usia 24? Saya sudah ngapain aja?? Jadi apa?? it becomes a big question in my mind. (1)
Dan ia pun melanjutkan kisah nya. Kisah yg pula menginspirasi bagi saya.
***********************************************************
Kegiatan i'tikaf berjalan sbgmana mestinya. Smakin malam, smakin banyak org yg berdatangan. Hampir memenuhi ruang utama sholat dan selasar lorongnya.
Lagi2, pemandangan yg sy temui tak lain dan tak bukan adalah ibadah. Sholat, dzikir, dan tilawah, itulah aktivitas yg mendominasi. Orang tua, si mbah2, anak muda, bahkan anak kecil!
Barangkali di antara kita ada yang berfikir:
>>> Si mbah2 mengaji? ~ah itu sh wajar, toh mereka sdh mendekat tanah, harus banyak2 amal dan taubat.
>>> Anak kecil mengaji? ~ah itu juga wajar, namanya juga anak kecil, semangat masih 45.
Lantas siapa yg tdk wajar? Anak muda?........
hm..bukankah seharusnya anak muda-lah yg sewajarnya paling semangat ibadah? karena mereka msh memiliki energi serta fisik yg baik dan sehat). Saya? Ya, saya akui sy tmasuk golongan muda. Dan sy malu, sangat malu, mendapati mereka yg barangkali sudah rabun matanya, sudah melemah fisiknya, namun semangat ibadahnya lbh besar dr yg muda..
"hey kau anak muda? Kemana saja kau?" Ah, batinku meratapi diri sendiri.. "Rin, masa kamu kalah sama simbah2?" (2)
***********************************************************
Hal menyejukkan berikutnya adalah melihat sekeluarga i'tikaf bersama. Kakek, cucu, bapak dan ibu. Si kakek tilawah, si kakak tilawah d samping si kakek. Ibu menjaga si adik yg paling kecil utk tidur. Dan si bapak, pun tilawah di sisi yg lain.
Dan beberapa jam brikutnya, sang kakek dan kakak lelah tilawah, mereka tidur. Gantian si ibu yg terjaga dan ia tilawah. Kapanpun dimanapun, sungguh, qur'an menjadi pegangan yg tak lepas di tangan dan mata. :')
Dan aku bergumam, Ah...smoga kelak aku bisa memiliki keluarga sperti ini.. :') (3)
***********************************************************
Sampai pada sesi sholat tarawih, salah satu saat yg ku tunggu. Tarawih diimami seroang hafidz quran. :')
23 rokaat yg pada sbgannya dijeda dengan ceramah yg juga menginspirasi. Sampai pada sholat witir rokaat ketiga, sang imam membacakan doa qunut. Dan di akhir doa qunut tersebut, sang imam mbacakan doa:
"Allahummansur ikhwanana fii filistiin.. allahummansur mujahidiina fii kulli makan wa fii kulli zaman..."
Sontak tubuhku merinding.. terdiam..
Allah....kabulkanlah.... (4)
***********************************************************
Usai sholat tarawih, rangkaian kegiatan i'tikaf dilanjutkan ceramah. Dari pihak panitia i'tikaf/pengurus masjid mendatangkan seorang Ustad bernama Ustadz...(maaf saya lupa, huhu). Ia salah seorang penggiat dakwah di Papua. Ia berbagi cerita pengalaman dan cita2nya mengenai dakwah di Papua, di daerah pedalaman. Cita-citanya ialah ia bisa meletakkan tangan di dadanya setelah adzan subuh dapat berkumandang di bumi Papua dan umat islam disana hafidz qur'an. Sungguh...amat mneginspirasi, skaligus membuat saya malu..:'( (5)
mungkin kisahnya akan saya tuliskan di bab yg lain. smoga Allah mengizinkan.
Usai ceramah, kegiatan i'tikaf di lanjutkan masing2. Ada yang memilih tidur,karena sudah lelah mungkin, ada pula yang lanjut dengan tilawah. Aku sendiri? Aku memilih utk lanjut tilawah. Aku tidak ingin menyianyiakan kesempatan ini. Jauh-jauh aku datang dari kosanku, kemari, jika hanya pindah tempat tidur, mungkin aku hanya akan menyesel senyesalnyesalnya.
tepat pukul 12 aku beranjak tidur, mengistirahatkan diri untuk nantinya qiyamul lail. dan tepat pukul 1.30, orang-orang sudah mulai terbangun. pun demikian aku. aku bergegas ke toilet dan mengambil wudhu. aku tidak ingin ketinggalan satu rokaat pun sholat qiyamul lail berjamaah. dan alhamdulillah, selang beberapa saat seusai aku kembali ke ruang sholat, qiyamul lail akan segera dimulai.
dan, betapa syahdunya sholat malam saat itu. :')
ayat-ayat yang dibaca lebihpanjang. dan aku cukup familiar dengan surat-surat yang dibaca sang imam. Albaqoroh dilanjut ali imron, dan annisa. huhu... sungguh syahdunya. itulah pertama kali daiam hidupku, aku bisa sholat malam selama itu. lantas aku membayangkan bagaimana sholat yag diimami oleh rasululloh.. :')
berdiri lama, berusaha utk tetap meng-khusuk-kan diri, dan menikmati, mnghayati lantunan ayat-ayat yang dibacakan, aku berusaha bertahan. kaki mulai pegal, namun belum sampai kesemutan. dan kepala mulai pusing, karena berdiri begitu lama. bahkan aku merasa melebihi latihan baris berbaris pramuka yang pernah aku alami sebelumnya. masyaaAllah :'D
namun sungguh, wallahi, disanalah letak nikmatnya. jamaah lain, ada yang di tengah solat,memutuskan untuk duduk, karena tidak kuat. aku? sempat muncul keinginan itu, namun aku terus berusaha bertahan. tetapbertahan.. :')
sambil membatin dalamhati.."Allah, kuatkan hamba.. untuk tetap dapat menikmati qiyamullail ini... :')"
hingga sampailah di penutupnya witir. Doa qunut kembali terpanjat di rokaat terakhir. dan.. sungguh, setetes aliran hangat dari mata ini tak mampu kubendung lagi, saat sang imam memanjatkan doa-doauntuk paletina.. gaza.. doa-doa yang terusss dibacakan berulang kali..I can't bear it. X'(
"...allahummanshur mujahidiina fi filistin...." :'(
"...allahummanshur ikhwanana fi ghozzah...." :'(
"...allahummanshur mujahidiina fi andunisiy...." :'(
juga doa yang artinya "yaAllah, berikanlah aku karunia utk dapat melakukan taubat nasuha, sebelum hamba mati..." :'(
jamaah terdengar sesenggukan keras, mendalami makna doa yang dilantun oleh imam.
doa-doa yang menandakan kepasrahan betapa lemahnya seorang hamba kepada Dzat Yang Maha Segala..
oh, Allah..
suasana yang saaangat sangat menggugah jiwa, iman, dan aqidah kita. suasana yang membuatku merasakan kenikmatan luarbiasa dalam beribadah. suasana yang membuatku merasa ingin terus berada dsini, mendekatkan diri, beruzlah, bermesra pada sang pencipta, menjauhi penatnya kehidupan dunia. namun, aku harus kembali berjibaku dalam kehidupan dunia(wi).
Wallahi, ini, tak cukup sehari...
Smoga Allah selalu mengkaruniai kita kenikamtan untuk beribadah kepadanya.. dimanapun aku (kita) berada.. :')
aamiin...
see you ramadhan.. i'm gonna miss you again. :')
thanks Allah...
Minggu, 17 November 2013
Tentang seorang Pedagang
"Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri"
HR. Bukhari Muslim.
Aku bukan pedagang.. tapi aku ingin bercerita sekelumit hal menarik dari seorang pedagang. :)
Masih ingat, Rasulullah saw adalah seorang pedagang. Beliau belajar berdagang dari pamannya sejak beliau masih anak-anak, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Bahkan diriwayatkan bahwa beliau adalah pedagang yang ulung. Abdurrahman bin Auf, salah satu sahabat Rasulullah saw yang dijamin masuk surga, pun seorang pedagang, bahkan tak dinyana lagi kepiawaiannya dalam berdagang. Tatkala ia hijrah dan pasca dipersaudarakan oleh Sa'ad bin Rabi al Anshori, yang ia cari bukan lain ialah pasar, karena ia ingin berdagang. Dan kamu tau, seluruh hasil penjualannya lantas ia sumbangkan sepenuhnya.. hmm, masyaAllah ya.. masih ada ga ya, orang yang menyedekahkan seluruh hasil penjualannya...:)
Nah, itu hanya sekelumit cerita pembuka saja.
Langsung saja Saya paparkan berbagai hal menarik dari yg saya amati ttg seorang pedagang. check this!
1. Sabar
Menjadi Pedagang itu belajar Sabar. Sabar dengan berbagai jenis permintaan dari pelanggannya.
Semisal seorang tukang bubur ayam saja. Ada tuh, seorang tukang bubur ayam langganan saya, yg kalo saya beli bubur, sy usahakan selalu kesana. Mengapa? Ada yg menarik. (eitss, jgn mikir macem2 ya :p)
Tiap kali saya datang kesana, lapak pedagang ini selalu ramai. Ada lah, setiap term waktunya yg ga sampai 10 menit, org yg membeli sekitar 5-6 orang. bayangkan 6 orang menunggu, mengelilingi gerobak kecil milik pejual bubur ayam. Ramai lah ya.. :)
Nah, yang menarik dari sini adalah, kamu tau, masing2 pembeli ini punya permintaan yang berbeda-beda:
Pembeli satu minta: "Bang, 2 di bungkus ya, satu ga pake kacang, satu ga pake sambel,yg satu pake ati, lainnya ga usah"
Pembeli dua minta: "Bang, bungkus , yg satu buburnya setengah aja, kecapnya sedikit, pake sate telor empela, yg satunya pake sate ati. sambelnya pedes"
Pembeli 3 lain lagi mintanya: "Bang, 1 dibungkus, ga pake kacang,ga pake kecap, cakwe dibanyakin, sate ati."
Dan pembeli pembeli lainnya yg barangkali punya permintaan yg berbeda pula. 1 pembeli aja macem-macem mintanya. apalagi kalo pembelinya banyak?
Nnnah, harus sabar dan telaten ga tuh buat melayani semuanya. Karena, jikalau pedagang tidak sabar, maka justru ia akan kehilangan pelanggannya. Seperti yang pernah saya temui juga di sebuah lapak yang lain. Kala itu, si penjual nampak kewalahan dengan berbagai permintaan pelanggan, dan ia misuh-misuh... hm, secara langsung dan tidak, ia sedang menurunkan tingkat kepercayaan sang pembeli kepadanya. Pembeli secara langsung yg membeli dilapaknya, maupun pembeli lain yang tidak membeli namun ia melihat si pedagang misuh-misuh. cring..cring.. hilang 1-2 pelanggan.
2. Belajar Melayani
Menjadi Pedagang berarti belajar melayani. Dengan selalu menampakkan wajah bersahabat, senyum. Sungguh, saat itu ia sedang menumbuhkan kepercayaan pelanggan kepadanya. Di sisi lain, ia pun sembari melakukan sedekah, sedekah senyum. 1 kebaikan tambahan ia lakukan. :))
Ketika si penjual pasang tampang jutek, uh, boro-boro mau beli, mungkin datang ke lapaknya pun kita ga mau. Mau barangnya bagus, atau harganya paling miring daripada lapak lain, tapi rasa2nya, diri ga ikhlas kalo harus beli disana. Mending milih lapak lain, yang harganya ga jauh beda, meski agak tinggi. Ya, itu kalo saya sh. kamu gmna? bisa sama, bisa lain kali ya...:D
Nah, lain soal, kalo kita datang, udah disambut dengan baik, ramah, plus ditambah senyum. beuh, adem ga...mau beli juga rasanya ikhlas, asal harganya juga pas di kantong... hehe. n_n
3. Harus Ligat, Responsif, dan Cepat melayani
Kalo ada pepatah yang bilang: "pembeli adalah raja", bisa jadi benar.
Coba suatu ketika, kamu datang ke sebuah lapak/toko, kamu clingak clinguk kebingungan, orangnya ada, tapi kamu dicuekin... Rasanya??? hm..
Pembeli yang dilayani dengan lama, pesan sejak kapan... sampai nya kapan, tentu akan membentuk image postitif atau negatif sang pembeli. Dan kepuasan pembeli, justru adalah alat marketing paling canggih dibanding apapun (diluar penggunaan teknologi loh ya). kamu tau apa yang disebut dengan getok tular? sekali seseorang puas,maka tanpa kita suruh, ia akan memberi tahu temannya, dan temannya memberi tahu lagi yg lainnya, dan ga akan segan utk datang kedua-ke3, dst kalinya...
3. Syukur
Menurut saya, jadi pedagang itu akan membuka peluang lebih banyak utk banyak bersyukurnya.Mengapa? Pedagang itu bermain di harian, bukan bulanan apalagi tahunan. Ia akan mengalami hal-hal fluktuatif setiap harinya. Saat di satu hari ia banyak pelanggan, dan di hari lain, barangkali sepi pelanggan. Dan segala sesuatunya harus tetap di syukuri, setiap hari.
Dan, kenapa peluang banyak bersyukurnya lebih banyak? karena ia 'menerima' rezeki itu 'harian'. hm, maksud saya begini. Kadang manusia itu 'bersyukur'nya pas 'dikasih' sama Allah sesuatu yg sifatnya materi (wujud)... misal, kalo utk karyawan atau PNS atau pekerja yang insentifnya bulanan, maka ia bersyukurnya pas menerima gajian. "alhamdulillah, gajian, nerima uang lagi....". Dan kerap syukur kita 'kecil' utk hal2 kecil. (ini refleksi juga buat saya sendiri ttg syukur).
Sedang pedagang, ia menerima 'gajian' setiap hari, meski kadang sedikit kadang banyak, tapi peluang bersyukurnya jadi tiap hari.. ga sebulan sekali aja.. (#jlebb ^^;)
4. Jadi Pedagang, Berkahnya banyak.
Berkah apanya? Berkah karena apa yang ia dapat merupakan hasil keringatnya sendiri dan jerih upaya tangannya sendiri.
Berkah apa lagi? Berkah, karena ia terbiasa utk menjemput rezeki sedari pagi buta. Bayangin, pagi-pagi udah bangun, siapin barang dagangannya. Kamu tau, mengapa Rasulullah menganjurkan kita tidak tidur selepas subuh? Karena di pagi hari Allah bentangkan banyak pintu rezeki, barang siapa tidak meraihnya, ia akan merugi.
Dan barangkali, berkah2 lainnya.. ^^
hmm, poin yang ini, saya ga bisa ber-panjang lebar. Saya langsung kasih hadisnya aja ya.. ^^
“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang,” (Muttafaqun ‘alaih)
“Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang lelaki dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad, Al-Bazzar, Ath-Thabrani dan selainnya, dari Ibnu ‘Umar, Rafi’ bin Khudaij, Abu Burdah bin Niyar dan selainnya).
Saya meyakini, InsyaAllah, apa-apa yang pernah Rasululloh tekuni pastilah membawa manfaat dan keberkahan, tinggal bagaimana cara dan upaya kita menjalaninya. :)
Closing,
Mungkin sebagian besar hal yang saya sampaikan disini adalah hal-hal yang common. Tapi selain di maknai secara harfiah bagi mereka atau kamu yg berdagang, nilai-nilai ini bisa juga kita terapkan (bagi yg slain pedagang) ke dalam hal-hal sosial kita sehari-hari. Dalam hal melayani, menolong, bersyukur, sabar, dan berbagai hal lainnya.
Agar apapun yang kita lakukan mendatangkan berkah Allah, pastikan pekerjaan itu adalah pekerjaan yang Halal dan dari sumber penghasilan yang halal. Sekian.
Smoga tulisan ini membawa manfaat, khususya bagi yang menulis.
Selamat bertebaran di muka bumi utk mncari sebagian rezekiNya.. :))
Selasa, 17 September 2013
III: First Coming
Actually, i was not really sure that I would be accepted as an employee here, because when i came to the interview, i didn’t want to shake hand with the interviewer in the end of interview at that time. But, time by time, i have been informed that i have been accepted here. Oh my Allah, what should i do? Should i take this chance?? What is Your Plan to me?? In the middle of my effort to get master scholarship... i was so confused at that time..
But, after i asked ALLAH, asked my parents for their consideration, and some view from my friends, i decided to take this chance, take all challenges. Just follow what Allah has shown to me...
And i came to the office...
So many men here. Of course, this is engineering company. Just a few women here. But, i think this will be okay. It must be used to me to work with so many men around me.
And when i came, you know, i felt very nervous (?), a little not confident, just worry about their perception to me, yeah, you know, maybe i was the one who looks different from another (~finding yourself), worried about my principal here, worried about ‘could I be able to work here?’ and so many worries about this.
Okay, i tried to endure it with all my best. My parents, my family gave so big support to me. During the orientation, there was one day, that was gathering with all of Koreans, such games and dinner together. And i did something embarrassing. Huuf... but let it be. And you know, at that time, i had shake hand with man. My friend, and one of koreans. At that time, you know, that was so very guilty, stupid thing, and ‘hey Ame, what did you do?” what a stupid me..
Then, when we had a dinner together, i also had talks with the koreans, just telling and sharing about each culture. At one time, one of koreans asked me, “I can’t touch you right?”
I was very surprised with that question, “do you know about that, sir?”
Koreans: “ yeah, before come to here, i worked in Malaysia. Someday, i tried to appreciate one of women engineer there above her work, I slapped her shoulder and said,”thank you for your work hard”, but suddenly, she was startled and shout out to me, ‘don’t touch me..’ “I also shocked with that, so, i think that people like you can’t be touched by man. Is it right?
Me: “yeah sir, but actually, we may touch man which some exception... for example, he who get married with us”
Koreans:”what? That is not fair... why just someone who marry with you? You know all the girl in Korea are not virgin, you know”
Me:.. (just smile, and said inside heart,this is the way of our religion protect and respect women)
Okay, One captured .
Orientation session was over, and i entered the training session. The first two weeks, we learned about the software that will be used in our work. We were taught with one of korean’s engineer.
The lesson was so fast,, huhu, sometimes, i can’t follow the instruction. And you know, i sit in the back. Sometimes, i couldn’t see some words at the front. Okay, i always thought positively with all of placement to me. And i tried all my best.
Someday, one of Muslim woman in the class, using hijab as like me, asked the instructor about the lesson, he came to her desk, and asked some instructions to her, but she didn’t do what the instructor meant, until the instruction said,”hold, hold, hold the mouse, hold!!” a little shout out to her,"May I touch your hand??!”
Maybe half people in the class were getting shocked with that. I also be startled. Not about his shout, but what he had said ~may i touch your hand?~... could he also know about this?? Ah, i don’t know. But, really, this made me thing when i went home.
Few days after that, in one day, i asked to my instructor about some strange in my exercise. He came to my desk, and saw the problems, he didn’t say anything, just took over the keyboard and mouse. Klik klik, solved. Then he said,”i don't know what the problem is, but now, it’s okay, right?. (smiling)”
Me: “oh, okay sir, i am also wondering what happen with this, sometimes it works, sometimes can’t. thank you sir.. (smiling)”
I thought he would go directly after it, but, suddenly he asked: ”what is this? (pointed my wrist)”
Me: ”oh, we called it decker, it is such additional clothes to cover my wrist.”
He: “why?”
Me:”because, my blouse is too short, cannot cover all my hand.”
He:”why?”
Me:”because, actually, in my religion, the women should cover all their body except hand and face.”
He: (looking at my legs) “oh.. yes, so that, i can’t see your skin... (smiling)”
Me: “sorry sir.. (worried smile)”
He:”oh no. It’s okay, that’s good” . then he left.
And you know, after class, he had talks with all the women in front. Suddenly, my name was mentioned by all the women there “Ameeee....”. At that time, i was still doing my exercise. Not long after that, some of the them were going home. One of my friend that include in the talks before come to my desks. I asked her, “hey, what did you all talks about? Why most of you mentioned my name?”
She: “yeah, it is because of you, Mr S asked us. You are Muslim right? Why you don’t cover your hair, and you, why you don’t wear an additional clothes on your hand, and why you don’t wear socks, and so on. And it is because of you. We just said that your level is higher than us. “
At that time, He came to my desk, came to me, maybe wanted me to explain more, but really I felt awkward, to my friend and also my instructor. And he didn’t say anything.
I went home, and at the exit door of the building, I met two of my friend that included in the talks with our instructor, suddenly they called me, “Hey Ame, what did you say to Mr.S? when did you have talks before with him? He also knew about banned to touch women”
Me: “Really, i’d never had a chat with him before. Just today, I ask him, and after that, he asked several questions about my clothes, and I answers as long as i can.. sorry..”
They: “haa.. that's why... yeah, actually you are right but, you know, because of that, we felt so awkward you know... “
Me:”sorry...(smile)“
In my another thought, i gave thankful to Allah, i thought this is my chance to let them know about Islam, a religion that still minority in Korea.
Okay, capture 2.
And these are just a particular of my first experiences in my new office. Then, let’s have the next view of my journey.